Untuk Apa Aku Hidup?

Tujuan mengarahkan hidup (http://www.noboizallowed.com/nba/what-drives-your-life-the-purpose-driven-life/)

Barusan saya membaca lagi salah satu buku favorit saya, rise above the crowd. Dalam buku tersebut, si penulis mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan jika seseorang ingin rise above the crowd atau keluar dari kerumunan (lit: berhenti menjadi orang biasa – biasa saja) adalah mendefinisikan tujuan hidupnya. “Apa tujuan hidup saya?” atau dalam bahasa Inggris, “What is the purpose of my life?”

Kenapa butuh tujuan hidup? Karena ketika kita hidup tanpa tujuan, tanpa arah, tanpa sesuatu yang dikejar, maka hidup kita akan terombang – ambing seperti halnya sebuah rakit di tengah lautan berombak. Tidak ada semangatnya dalam menjalani hidup, asik berkomentar saja jika ada masalah datang.

Continue reading “Untuk Apa Aku Hidup?”

Advertisements

Refleksi Minggu Kedua Semester 6 Kuliah Teknik Fisika UGM (Bag.2)

Hai – hai, halo semua. Seperti yang kalian ketahui, pada tulisan pertama, saya menceritakan masalah yang saya hadapi untuk mencapai target – target saya di minggu kedua ini. Nah di tulisan bagian dua ini, saya akan bercerita mengenai apa – apa saja yang saya pelajari di minggu kedua ini (baik yang dari kelas maupun pelajaran kehidupan. Hahaha). Mari kita mulai 😀 ~

Apa yang Saya Pelajari di Kelas

  1. Saya belajar menerima dengan lapang dada kenyataan bahwa, ada enam yang tidak ada ujiannya dari total sebelas mata kuliah yang saya ambil.
  2. Saya belajar untuk melapangkan dada menerima kenyataan nomor 1. Enam kelas dengan dua praktikum memang tidak ada ujian. Tapi banyaknya tugas berkelompok dan mandiri mungkin membuat kepala sedikit nyut – nyutan. Hahaha.
  3. Saya belajar bahwa komposisi dosen – dosen di teknik fisika ugm saat ini benar – benar sangat seimbang. Meskipun hampir kebanyakan dosen seperti pak Ferdi, bu Ester, pak Kutut, dan Pak Gea berkutat secara dalam dengan teori, semuanya terimbangi dengan kelas Prof. Narno yang menekankan pada aplikasi praktis dari apa – apa yang sudah dipelajari.
  4. Saya belajar dari pak Rachmanwan bahwa dosen mekanika fluida, pak Kutut, adalah orang yang sangat detil dan benar – benar cinta terhadap mekanika fluida.
  5. Saya belajar bahwa, terkadang pertanyaan yang paling sulit dijawab bukan pertanyaan – pertanyaan yang kelihatannya keren dan wah. Justru pertanyaan – pertanyaan sederhana seringkali lebih sulit untuk dijawab. Contoh, silakan dipikirkan pertanyaan ini: “Jika tubuh saya tersusun dari benda – benda mati yang disebut atom, lalu kenapa saya bisa hidup?”
  6. Saya belajar dari teman saya, Sensei Adintaka Galih, bahwa menurutnya, ada dua hal yang paling penting dalam mendesain antena; 1) Gain antena, dan 2) Jangkauan antena
  7. Saya belajar dari kelas Pengolahan Sinyal bahwa, sulit sekali menemukan sinyal yang sempurna seperti yang ada di buku pada kehidupan nyata.
  8. Saya belajar dari kelas Sistem digital bahwa, sistem analog itu lebih cepat daripada sistem digital. Kenapa? Karena ya sistem digital sendiri basisnya kan transistor. Nah, transistor itu beroperasinya gimana coba? Ya pakai sinyal listrik analog lah. Hahaha.

Apa yang Saya Pelajari dari Menjalani Hidup Seminggu Ini

  1. Saya belajar, ternyata membuat target dan mencapai target itu sama – sama sebuah kegiatan yang menantang. Membuat saya selalu semangat menjalani hari, dan membuat saya lebih fokus. 🙂
  2. Dari pengalaman mengerjakan tugas biofisika, saya belajar bahwa, menyusun esai dengan argumentasi yang kuat itu tidak mudah. Saya baru mengerti sekarang bagaimana perasaan  anak – anak S2 di Belanda, Swedia, dll yang bercerita tentang sulitnya mengerjakan sebuah essai karena harus baca minimal 50 makalah. 😀
  3. Saya baru menyadari bahwa aplikasi Duolingo yang selama ini saya remehkan, ternyata benar – benar efektif untuk mempelajari dasar – dasar bahasa Jerman. Yang penting saya konsisten setiap hari melakukan review. 
  4. Saya belajar bahwa dalam mengerjakan sesuatu ada 4 hal yang harus diperhatikan; a) Kerjakan dengan tenang, b)kerjakan dengan hati – hati, c) kerjakan dengan fokus, d) kerjakan dengan dengan konsisten.

Yah begitulah teman – teman. Masih banyak yang ingin saya tulis, tapi inspirasi habis dan hal – hal yang lebih wajib sudah memanggil – manggil untuk di selesaikan.

Rencananya, saya akan coba konsisten untuk menulis minimal satu tulisan setiap hari agar blog ini tetap eksis. Yang saya ceritakan ya yang pasti tentang teknik fisika ugm, dosen – dosen teknik fisika ugm, pelajaran – pelajaran, tugas – tugas, pengalamn hidup, dan juga refleksi harian.

Refleksi Minggu Kedua Semester 6 Kuliah Teknik Fisika UGM (Bag.1)

Refleksi Kehidupan (http://jonvilma.com/reflection.html#)

Hai – hai, halo apa kabar semua? Semoga sehat selalu ya. Hari ini saya ingin melakukan refleksi mengenai apa saja yang saya lakukan di minggu ini, terus target – target apa saja yang tercapai dan apa saja yang tidak tercapai, kemudian yang terakhir tentu saja mengenai apa – apa saja yang bisa saya lakukan di minggu ketiga besok agar bisa lebih banyak target yang tercapai bahkan melebihi kalau bisa! Oke tanpa basa – basi lagi, mari kita mulai.

Continue reading “Refleksi Minggu Kedua Semester 6 Kuliah Teknik Fisika UGM (Bag.1)”

Tenggat Biofisika Mendekat!!

Seharusnya saya malam ini menyelesaikan tugas Biofisika saya, bukannya malah menyelesaikan soal – soal koding di Hackerrank -_-. Karena saat tugas biofis belum selesai dan tenggatnya di tanggal 16 Februari lusa ini, maka pikiran saya tidak bisa tenang dan sulit rasanya meluangkan waktu untuk mempelajari yang lain. Yasudahlah kalau begini jadinya. Besok harus bangun jam 3 pagi, lalu kerjakan biofis sampai kurang lebih 85% (sekarang baru 25% kayaknya). Nanti di jeda kuliah pertama dan kuliah kedua, barulah saya selesaikan total dan sorenya akan saya kirim ke pak Gea. Okelah, Bismillah saja 🙂 .

Ternyata saya masih benar – benar harus fokus pada apa yang “Harus” sebelum mengerjakan apa yang “Ingin” 😀

Pusing Terlalu Banyak yang Ingin Dipelajari

Pusing euy terlalu banyak teh! (http://ayay.co.uk/art/optical_illusion/vik_muniz/)

Semester enam akhirnya datang juga. Tidak terasa tiga tahun sudah saya berkuliah di teknik fisika UGM. Rasanya waktu seperti berjalan terlalu cepat tanpa saya sadari. Baiklah, jadi semester ini saya normal – normal saja, hanya mengambil 21 sks yang terdiri dari 9 mata kuliah non – praktikum, 2 mata kuliah praktikum, dan 1 mata kuliah sit – in.

Masalahnya adalah, bukan hanya 12 mata kuliah itu yang ingin saya pelajari. Banyak sekali hal – hal lain yang ingin saya pelajari selain yang diajarkan di kelas. Dan karena itu sekarang saya jadi bingung sekarang. Bagaimanakah cara mengatur waktu agar semuanya bisa saya pelajari di semester in?

Oke, jadi berikut adalah mata kuliah – mata kuliah yang saya ambil di semester ini.

  1. Komunikasi data
  2. Biofisika
  3. Pengolahan Sinyal
  4. Sistem Waktu Nyata
  5. Sistem Digital
  6. Instrumentasi Sistem Visual
  7. Instrumentasi Sistem Robotika
  8. Kontrol Otomatis
  9. Ekonomi Teknik
  10. Praktikum Komunikasi Data
  11. Praktikum Sistem Pengukuran
  12. Mekanika Fluida

Continue reading “Pusing Terlalu Banyak yang Ingin Dipelajari”

Penelitian Dasar yang Tidak Wah

Teringat kemarin saat nonton video Smarter Every Day tentang pola jatuh domino, Destin mengatakan sebuah pernyataan yang sangat menarik menurut saya. Di akhir video Destin bilang, bahwa riset – riset seperti ini adalah riset dasar, artinya riset dilakukan murni hanya dengan keinginan untuk memahami “apa sebenarnya yang terjadi?” atau “mengapa alam berprilaku dengan prilaku tertentu?”
Riset – riset dasar seperti ini seringkali terlihat tidak Wah jika dibandingkan dengan riset yang hasil keluarannya adalah robot cerdas atau kalau bahasa Indonesianya, penelitian yang bisa bermanfaat langsung buat masyarakat. Yah memang benar hasil penelitiannya tidak WAH, tapi riset – riset dasar seperti ini penting sekali!
Contohnya untuk mengatasi kanker, kita butuh dulu pengetahuan dasar tentang apa itu sel, apa kegunaan sel di dalam tubuh manusia, bagaimana sel bekerja secara fundamental, bagaimana sel bereproduksi, dan lainnya. Intinya tanpa mengetahui bagaimana sel bekerja akan sangat mustahil bisa didapatkan cara untuk melawan kangker.
Kalau misalnya seluruh penelitian dituntut untuk terus langsung menghasilkan inovasi yang bisa langsung digunakan, yah kacau dong. Bagaimana bisa militer Indonesia membangun senjata laser super canggih kalau tidak faham bagaimana elektron berprilaku.
Sayangnya memang untuk penelitian – penelitian dasar memang umumnya lebih rumit ya. Bahkan hal yang kita anggap sederhana seperti domino diatas ternyata sulit sekali untuk dimengerti dan dimodelkan.
Yasudahlah, mari terus belajar dan saling mengajari sesama. Semoga ilmu – ilmu yang dipelajari sekarang bisa membantu kita untuk menguak dengan kreatif rahasia – rahasia alam yang ada di sekitar kita.
Selamat malam semua~ 🙂

Bedanya Menulis dan Berbicara Bahasa Korea

Ngobrol pake skype

Hari ini terhitung sudah enam kali saya ngobrol sama temen saya dari Korea pakai skype. Jujur saja, saya mengalami cukup banyak kesulitan untuk melakukan percakapan selain dari percakapan dasar. Beberapa hal utama yang saya perhatikan dari enam pertemuan ini adalah sebagai berikut:

  1. Kurang banyak tau kosakata dan bagaimana kosakata – kosakata tersebut berbunyi. Saya belajar bahwa tau banyak kosakata saja tidak cukup untuk memudahkan percakapan bahasa Korea. Hal yang paling penting selain tau kosakata adalah, tau bagaimana bunyi kata – kata tersebut ketika diucapkan. Beberapa kata yang dipergunakan oleh teman saya terkadang adalah kata – kata yang sudah saya tau, tapi karena saya tidak pernah mengucapkan dan tidak pernah mendengar bagaimana penggunaan kata – kata tersebut dalam kehidupan sehari – hari, saya jadi hanya bisa terdiam bingung ketika kata – kata yang sudah saya kenal diucapkan olehnya.
  2. Menulis dan berbicara dengan bahasa Korea itu beda. Ketika kita menulis untuk chatting atau menulis untuk diary pribadi, kita bisa pelan – pelan memikirkan apa yang ingin kita tulis dan mencari kata – katanya di google translate atau kamus. Nah kalau ngobrol, ya abis waktu kalau begitumah. Jadi tantangannya lebih terasa. Belum lagi banyak kosakata baru yang muncul spontan pas pengen ngomong sesuatu, ini nih yang sering masalah. Tapi secara keseluruham, asik deh! 😀
  3. Untuk kemampuan mendengarkan dan menebak kata apa yang diucap, saya sudah lumayan bagus, tapi ya masih harus ditingkatkan lagi. Karena terkadang saya jadi bingung sendiri ketika cari di kamus atau di google trasnlate, kata yang saya dengar itu tidak ada alias tulisan yang saya tebak salah. Untuk meningkatkan kemampuan menebak kata – kata yang orang lain ucapkan, saya mulai dengerin vlog orang Korea di youtube mulai dari tadi malam. Vlognya ada subtitle bahasa Koreanya, jadi saya bisa cepat dapat umpan balik dari tebakan yang salah.
  4. Untuk kedepannya, saya perlu mempersiapkan topik tertentu yang ingin saya bahas alih – alih berbicara bebas loncat dari satu topik ke topik lainnya. Saya harus sudah mempersiapkan kira – kira apa aja kosakata – kosakata yang akan saya pakai, terus grammar apa yang ingin saya pakai, dan bagaimana saya ingin diskusi tersebut berjalan. Ini yang terpenting. 
  5. Dengan memulai berbicara 3x seminggu menggunakan bahasa Korea, saya bisa lebih merasakan dampak langsung dari usaha yang saya habiskan untuk belajar grammar dan kosakata – kosakata bahasa Korea dan ini membuat saya senang. Meskipun lingkungan makro saya dipenuhi orang – orang yang berbahasa Indonesia, Jawa, Sunda dll, saya bisa merasa seperti berada di little Korea town ketika saya sampai di kamar dan ngobrol bahasa Korea.

Itu aja sih perkembangannya sekarang. Yang penting adalah, saya harus buat target pencapaian untuk 30 hari kedepan dulu nih sekarang. Tantangan 30 hari lancar bahasa Korea. Target perhari untuk sekarang sih pelajari 30 kosakata. Caranya, pelajari 10 kosakata setiap satu sesi belajar dengan lama sesi 10 menit.

Berarti total waktu 30 menit perhari untuk belajar kosakata, dan sisanya harus dipake untuk menulis cerita pendek atau opini saya menggunakan kosakata – kosakata yang sudah saya pelajari. Nanti setelah ditulis, harus saya hafalkan dan rekam video saat menceritakan apa yang ditulis tadi dan apa yang menarik dari cerita yang sudah saya tulis. Terus upload di youtube supaya progresnya keliatan riil.

Udah itu dulu deh. Selamat belajar semua. Jangan menyerah ya :).