Mimpi Seorang Poliglot

My Polyglot Dream
My Polyglot Dream

Aku punya banyak mimpi. Dari mimpi sederhana, hingga mimpi yang besar yang entah berapa banyaknya. Salah satu mimpiku sekarang, selain ingin lulus kuliah, adalah ingin menjadi seorang poliglot. Apa itu poliglot? Apakah orang yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa bisa dikatakan sebagai seorang poliglot? Aku tidak tahu pasti. Definisiku, yang pasti, poliglot adalah seseorang yang mampu berkomunikasi menggunakan lebih dari satu bahasa.

Untuk saat ini baru dua belas bahasa yang ingin kutaklukkan. Bahasa Inggris, bahasa Korea, bahasa Jerman, bahasa Spanyol, bahasa Perancis, bahasa Italia, bahasa Rusia, bahasa Jepang, bahasa Arab (Fusha), bahasa Turki, bahasa China, dan bahasa Portugal. Dua belas bahasa? Jumlah yang banyak bukan? Apakah mungkin? Dengan metode dan pendekatan yang tepat serta dibarengi dengan ketekunan, aku yakin mimpi ini adalah sesuatu yang mungkin untuk diwujudkan.

Saat ini, aku baru lancar bahasa Inggris, itupun masih harus belajar banyak lagi. Kemudian bahasa Korea juga sudah mulai lancar, dan bahasa Jerman baru mulai kutapaki secara perlahan – lahan. Tujuh bulan perjalanan mempelajari bahasa Korea, 19 Januari 2017 – 30 Juli 2017, telah memberiku banyak kesempatan untuk aktif mencoba berbagai metode belajar yang digunakan poliglot – poliglot terkenal hingga pada akhirnya menemukan metodeku sendiri. Aku bersyukur menyadari kenyataan bahwa aku masih bertahan mempelajari bahasa Korea ini, sekalipun entah sudah berapa kali aku menangis dan merasa ingin berhenti. Terimakasih ya Allah.

Aku tahu, sebuah target yang besar sebenarnya terdiri dari target – target kecil. Ketika aku melangkah satu langkah setiap waktu, maka dalam seratus waktu, tanpa kusadari, sudah akan seratus langkah jarakku dengan titik awal. Untuk sekarang, langkah kecil itu adalah menguasai bahasa Korea dan Jerman terlebih dahulu.

Setiap hari, akan kusisihkan 80 menit waktuku untuk mempelajari dan berlatih kedua bahasa tersebut. Sedikit memang. Tapi dalam sebulan, jika aku terus – menerus melakukan rutinitas tersebut, sudah 1200 menit/20 jam latihanku untuk setiap bahasa. Bulan selanjutnya, Insya Allah sudah mulai bisa aku latihan berbicara dengan  penutur asli kedua bahasa tersebut.

Teman – teman sekalian, jika kalian mempunyai mimpi yang sama denganku, semangat juga ya. Dengan ketekunan dan kerja keras, kita pasti bisa meraih mimpi kita suatu saat nanti. Ingat, bermimpi besar itu harus! Tapi ketika bermimpi besar, jangan lupa tetapkan waktu yang realistis untuk mencapainya dan pecahlah mimpi/target itu menjadi target – target kecil yang bisa kita capai setiap hari.

Semangat untuk kita!!

Yogyakarta, 30 – 07 – 2017, 11:42 PM

 

Advertisements

3 thoughts on “Mimpi Seorang Poliglot

    1. Hai Andika, jangan patah semangat ya. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Belajar aja dulu bahasa Inggris. Nanti sambil berjalan, saya akan buat tulisan mengenai tips lancar bahasa Inggris dalam waktu 6 bulan tanpa belajar grammar dan tanpa disertai guru.
      Semangat!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s