Active Writing and Language Learning

Writing (source: https://www.shewrites.com/ )

Honestly, in these past 2 months or so, I never did any long writing using English either in this blog or on my facebook note. Of course, I read a lot of articles, books, and also watch a lot of English movie and also talk show, but writing something in English, was never on my to do list.I never thought that it’s going to be a problem since I read a lot of English every day. I mean, I understand 95% – 100% of the text whenever I do reading, so why bother with writing? But alas, I was mistaken!

Just about now, before writing down this random thought, I was struggling a lot to write about my Korean study progress and finally gave up to do so.At that point, I realized something. When one’s learning a new language, the ability of speaking, reading, and listening is only a half part of the journey. To complete it, one needs to learn how to systematically express his/her thought through writing.
Continue reading “Active Writing and Language Learning”

Mimpi Seorang Poliglot

My Polyglot Dream
My Polyglot Dream

Aku punya banyak mimpi. Dari mimpi sederhana, hingga mimpi yang besar yang entah berapa banyaknya. Salah satu mimpiku sekarang, selain ingin lulus kuliah, adalah ingin menjadi seorang poliglot. Apa itu poliglot? Apakah orang yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa bisa dikatakan sebagai seorang poliglot? Aku tidak tahu pasti. Definisiku, yang pasti, poliglot adalah seseorang yang mampu berkomunikasi menggunakan lebih dari satu bahasa.
Continue reading “Mimpi Seorang Poliglot”

Tantangan Menulis Menggunakan Maksimal 500 Kata

[Reading Time: ~2 menit]

Konsep Melewati batas

Dalam seminar – seminar motivasi pengembangan diri, satu slogan yang sering digembor – gemborkan sebagai kunci sukses adalah ‘Melewati batas’ atau yang lebih dikenal dengan sebutan kerennya dalam Bahasa Inggris yaitu breaking the limit. Menurut saya pribadi, slogan breaking the limit adalah slogan yang sangat bagus. Karena jika kita melihat sejarah, kebanyakan pencapaian besar di dunia ini adalah hasil dari orang – orang yang berani melawan dogma umum tentang kemustahilan untuk melakukan suatu hal dalam kondisi terbatas.

Contohnya adalah Roger Bannister. Dengan disiplin latihan dan motivasi yang tinggi untuk menentang dogma umum, ia menjadi orang pertama yang berhasil mematahkan anggapan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk lari sejauh 1 mil (1.60934 km) dalam waktu dibawah 4 menit (Wikipedia).

Meskipun begitu, dalam beberapa kondisi, adakalanya membatasi diri atau don’t break the limit adalah lebih baik untuk dilakukan daripada melewati batas atau breaking the limit. Kenapa? Karena seringkali dalam kondisi terbataslah muncul berbagai macam solusi kreatif yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah kita hadapi.

Continue reading “Tantangan Menulis Menggunakan Maksimal 500 Kata”

Membuat Kalimat Panjang dalam Bahasa Korea itu Tidak Sulit!

Halo semua, apa kabar? Sudah terlalu lama saya hiatus, sekarang jadinya sedikit kagok waktu nulis. Hahaha. Okedeh, langsung aja. Jadi hari ini, saya ingin berbagi cerita yang mungkin bisa membantu mengurangi stress teman – teman yang sedang belajar bahasa Korea. Seperti yang kita tahu, bahasa Korea itu mempunyai struktur tulisan yang berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Struktur dasar kalimat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO), sedangkan dalam bahasa Korea struktur dasar kalimat adalah Subjek – Objek – Predikat (SOP), jadi ada perbedaan letak objek dan predikat antara bahasa Indonesia/Inggris dengan bahasa Korea.

Continue reading “Membuat Kalimat Panjang dalam Bahasa Korea itu Tidak Sulit!”

Trying to Focus

Two days ago, I watched a really great video created by Thomas Frank in YouTube. The first video is talking about; what we should do when we have too many interest and we can’t decide in which one we should put our focus into. While the second video is about ‘a – 4 step process to learn new skill quickly’ which have a great relation with the first video I think. So right now in this post, I want to try Frank’s method to narrow down an interests I want to prioritize which discussed in his first video. So anyway, here’s my version of priority.

Okay, so my name is Muhammad Arifin Effendi. I’m now living in Sentul City, Bogor, Indonesia. Right now, I’m going to stay focused, avoiding all distractions, and I will spend all of my time on these things: (In order of time spent)

  • Writing to do list for the next day every night before going to bed.
  • Learn basic electronics and Arduino, then do lots of projects. After one month, I will start to learn robotics using Arduino.
  • Learn Korean. This is consisted of learning basic structure at HTSK 1 – 2 lessons/day, try to memorize vocabs using this method, practicing to write text with the known vocabs, and have a conversation with native speaker.
  • Consulting with psychologist and trying to figure out my problem and the solution. Also, building a good habit in for the next 2 months.
  • Devoting about 30 – 40 minutes/day to learn basic German grammar using Heiner Schenke book or watching a German tv show (DW probably).
  • Learn guitar, 30 – 40 minutes/day. Use step by step written in this blog.
  • Learn Muay Thai. Run 30 – 60 minutes/day every dawn after Subuh time.
  • Meets lot of people and read books.
  • Help 이앤 씨 with her English.

Those are my current priorities in which my focus and energy will be put into. These priorities basically a remainder for me to stay focus that a discipline is needed to achieve all written above. But even so, I will not reject any good possibilities to do something great in the future.

Now as all the priorities is already written down and have been set up, the next thing to do is to deconstruct every point in those priorities, as mentioned in Frank’s second video, so that I can focus getting it done chunk by chunk every day. Anyway, I will really do my best to discipline myself starting from tomorrow.

Ketika Bahasa Arab tidak Berguna di Arab

Pada tulisan sebelumnya, saya mengatakan bahwa saya mulai belajar Bahasa Spanyol setelah lancar berbahasa Inggris. Tapi yang tidak saya ceritakan adalah, dua minggu setelah tulisan tersebut dibuat saya menyerah untuk mempelajari Bahasa Spanyol dan memutuskan untuk melanjutkan belajar Bahasa Arab yang pernah saya tekuni saat SMP dulu.

Sebenarnya saya bukan menyerah, saya memutuskan berhenti belajar Bahasa Spanyol dan mengganti dengan belajar Bahasa Arab karena alasan yang kuat. Setelah dua minggu saya belajar Bahasa Spanyol, tiba – tiba om saya mengajak saya untuk umroh (Alhamdulillah). Walhasil karena tawaran umroh tadi saya jadi mikir, enak juga ya kalau bisa ngomong Bahasa Arab di Arab Saudi nanti. Mulailah saya akhirnya belajar lagi Bahasa Arab.

Continue reading “Ketika Bahasa Arab tidak Berguna di Arab”

Finally Moving on to Spanish

Hello folks, it’s been a long time since my last writing. I don’t know why, but I feels so lazy a lot of time to write something in this blog. But not for today, today I’m going to tell you my story about “Learning Spanish language”. So basically, I’m a native speaker of Indonesia language. A language that has no grammar and a language without any real accent, except you’re from Javanese tribe, or Sundanese, or Medanese, or Papuanese, etc, you will have a specific accent when you speaks Indonesia language.

Continue reading “Finally Moving on to Spanish”