Untuk Apa Aku Hidup?

Tujuan mengarahkan hidup (http://www.noboizallowed.com/nba/what-drives-your-life-the-purpose-driven-life/)

Barusan saya membaca lagi salah satu buku favorit saya, rise above the crowd. Dalam buku tersebut, si penulis mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan jika seseorang ingin rise above the crowd atau keluar dari kerumunan (lit: berhenti menjadi orang biasa – biasa saja) adalah mendefinisikan tujuan hidupnya. “Apa tujuan hidup saya?” atau dalam bahasa Inggris, “What is the purpose of my life?”

Kenapa butuh tujuan hidup? Karena ketika kita hidup tanpa tujuan, tanpa arah, tanpa sesuatu yang dikejar, maka hidup kita akan terombang – ambing seperti halnya sebuah rakit di tengah lautan berombak. Tidak ada semangatnya dalam menjalani hidup, asik berkomentar saja jika ada masalah datang.

Continue reading “Untuk Apa Aku Hidup?”

Advertisements

Pusing Terlalu Banyak yang Ingin Dipelajari

Pusing euy terlalu banyak teh! (http://ayay.co.uk/art/optical_illusion/vik_muniz/)

Semester enam akhirnya datang juga. Tidak terasa tiga tahun sudah saya berkuliah di teknik fisika UGM. Rasanya waktu seperti berjalan terlalu cepat tanpa saya sadari. Baiklah, jadi semester ini saya normal – normal saja, hanya mengambil 21 sks yang terdiri dari 9 mata kuliah non – praktikum, 2 mata kuliah praktikum, dan 1 mata kuliah sit – in.

Masalahnya adalah, bukan hanya 12 mata kuliah itu yang ingin saya pelajari. Banyak sekali hal – hal lain yang ingin saya pelajari selain yang diajarkan di kelas. Dan karena itu sekarang saya jadi bingung sekarang. Bagaimanakah cara mengatur waktu agar semuanya bisa saya pelajari di semester in?

Oke, jadi berikut adalah mata kuliah – mata kuliah yang saya ambil di semester ini.

  1. Komunikasi data
  2. Biofisika
  3. Pengolahan Sinyal
  4. Sistem Waktu Nyata
  5. Sistem Digital
  6. Instrumentasi Sistem Visual
  7. Instrumentasi Sistem Robotika
  8. Kontrol Otomatis
  9. Ekonomi Teknik
  10. Praktikum Komunikasi Data
  11. Praktikum Sistem Pengukuran
  12. Mekanika Fluida

Continue reading “Pusing Terlalu Banyak yang Ingin Dipelajari”

Penelitian Dasar yang Tidak Wah

Teringat kemarin saat nonton video Smarter Every Day tentang pola jatuh domino, Destin mengatakan sebuah pernyataan yang sangat menarik menurut saya. Di akhir video Destin bilang, bahwa riset – riset seperti ini adalah riset dasar, artinya riset dilakukan murni hanya dengan keinginan untuk memahami “apa sebenarnya yang terjadi?” atau “mengapa alam berprilaku dengan prilaku tertentu?”
Riset – riset dasar seperti ini seringkali terlihat tidak Wah jika dibandingkan dengan riset yang hasil keluarannya adalah robot cerdas atau kalau bahasa Indonesianya, penelitian yang bisa bermanfaat langsung buat masyarakat. Yah memang benar hasil penelitiannya tidak WAH, tapi riset – riset dasar seperti ini penting sekali!
Contohnya untuk mengatasi kanker, kita butuh dulu pengetahuan dasar tentang apa itu sel, apa kegunaan sel di dalam tubuh manusia, bagaimana sel bekerja secara fundamental, bagaimana sel bereproduksi, dan lainnya. Intinya tanpa mengetahui bagaimana sel bekerja akan sangat mustahil bisa didapatkan cara untuk melawan kangker.
Kalau misalnya seluruh penelitian dituntut untuk terus langsung menghasilkan inovasi yang bisa langsung digunakan, yah kacau dong. Bagaimana bisa militer Indonesia membangun senjata laser super canggih kalau tidak faham bagaimana elektron berprilaku.
Sayangnya memang untuk penelitian – penelitian dasar memang umumnya lebih rumit ya. Bahkan hal yang kita anggap sederhana seperti domino diatas ternyata sulit sekali untuk dimengerti dan dimodelkan.
Yasudahlah, mari terus belajar dan saling mengajari sesama. Semoga ilmu – ilmu yang dipelajari sekarang bisa membantu kita untuk menguak dengan kreatif rahasia – rahasia alam yang ada di sekitar kita.
Selamat malam semua~ 🙂

Hidup, Tujuan, dan Aksi

Hilang semangat tanpa tujuan, setanlah temannya. (http://fungyung.com)

Semakin berjalannya hari, semakin berkurang usia saya, semakin sadar juga saya. Kalaulah hidup ini dijalankan tanpa tujuan dan target, bahkan walaupun barang satu jam, pastilah tidak ada semangat di jiwa. Semakin saya jalani hari – hari di semester ini, semakin saya merasakan benarnya hal itu.

Ketika bangun pagi, jika tidak ada kelas atau tidak ada rencana aktivitas, lemas sekali badan rasanya. Inginnya tidur saja sepanjang hari, tak perlulah makan kalau perlu. Cukup kenyang dengan tidur saja.

Tapi anehnya, kalau malam sebelumnya memasang target apa yang harus dikerjakan atau apa yang harus dipelajari, maka semangat dan segar kali bangun itu rasanya. Tahu sudah, tujuan makro saya hanya bisa dicapai jika target – target kecil tercapai dengan sempurna.

Satu hal penting tak boleh terlupa tapi. Tujuan boleh ada, tapi jangan lupa dibuat usaha nyatanya lah. Katanya mau bisa elektronik, tapi satu tahun habis, eh gapernah – pernahnya baca teori elektronik atau bikin rangkaian elektronik. Kan lutju. :/

Katanya mau menguasai 10 bahasa asing, tapi kenapa pula belajarnya asal ikut rasa hati? Kapan mau belajar ya belajar, kapan mau tidak ya tidak. Tidak boleh lah ya seperti itu. Haruslah disiplin.

Buatlah tujuan, tapi jangan lupa juga buat aksi nyatanya ya. Kalau tidak, ya terus – teruslah tujuan itu hanya sekedar jadi tujuan. Sampai umur dunia habispun, gak akan pernah sampailah ke tujuan itu.

Sadar dirilah, oke? Tujuan boleh hebat, tapi usaha harus hebat juga. Janganlah macam orang – orang paok*, banyak kali mimpinya, tapi ada dalam tidur aja semua itu. Dikira, cuman mengkhayal dan tidur, bisa mimpinya di dapat. Gendheng!

Sentul City, 5 November 20170, 2:32 AM.

 

Catatan: *Paok: Idiot tingkat atas.

Mencoba Mengenali Diri

Nasihat yang mudah diucap tapi sulit dilaksanakan (https://quotefancy.com)

Setelah menjalani setengah periode semester lima ini, saya mulai sadar beberapa hal tentang diri saya. Dari mulai kebiasaan – kebiasaan buruk seperti menunda – nunda pekerjaan, atau kebiasaan memotong perkataan orang lain, dan kebiasaan lainnya. Selain itu, saya juga mulai lebih merasa bisa berpikir sedikit rasional ketika menghadapi masalah dan tidak stress seperti masa – masa awal di kuliah dulu. Yah terkadang masih ya, namanya juga manusia 🙂

Kata orang, mengenal diri sendiri itu adalah kunci untuk menaklukkan hidup. Yah, waktu saya SMA atau pas dulu baru masuk kuliah, denger kalimat nasihat itu pasti langsung mengangguk kepala setuju. Tapi sekarang, saat harus bertahan di kondisi yang mana saya bisa melakukan apapun tanpa ada orang mengawasi, barulah tau jalan untuk “mengenal diri sendiri” itu bukan mudah.

Terkadang, saya akui, lebih mudah untuk memperhatikan kebiasaan buruk teman daripada kebisaan buruk yang saya lakukan. Ibaratnya, gajah di pelupuk mata tak terlihat tapi semut diujung laut jauh terlihat jelas. Sebenarnya ampu melihat kebiasaan buruk dan juga kebiasaan baik teman itu penting, karena saya bisa lebih mudah memosisikan diri ketika kita bekerja sama misalnya.

Tapi, pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana saya bisa melatih diri saya untuk lebih sadar diri tentang semua hal mengenai diri saya? Tidak hanya mengenali kelemahan, kekuatan saya, dan juga potensi – potensi apa yang bisa saya kembangkan. Selain itu, cara apa yang paling tepat untuk meningkat sebuah hal yang awalnya hanya menjadi “potensi diri” menjadi kekuatan utama saya? Ummm :/

Itulah tulisan hari ini, sebuah catatan dari saya yang sedang mencoba untuk membaiki diri. Malam ini saya pulang ke Bogor sebentar, jadi saya rasa akan banyak waktu untuk merenungi semua hal di kereta nanti :D.

Selamat sore semuanya~ 🙂

Yogyakarta, 2 – November – 2017.

Membaca Cerita dari Eindhoven

TU Eindhoven

Kemarin malam ketika menjelang tidur, saya tiba – tiba penasaran dengan TU Eindhoven di Belanda. Ceritanya sebelum itu, saya habis komentari foto kenalan saya yang kuliah di TU/e dan terus tiba – tiba pas komen saya dibalas, saya secara refleks bertanya tentang kuliahnya di TU/e.

Sebenarnya pertanyaan “Bagaimana kuliahnya” adalah pertanyaan yang pantang atau tidak boleh ditanyakan ke mahasiswa S2, apalagi S3. Kenapa? Karena tentu saja kuliah mereka pusing. Hahaha.

Nah habis komen, saya langsung penasaran banget tuh tentang TU/e. Akhirnya saya bukalah  si mbah gugel untuk melihat – lihat informasi tentang TU/e. Eh ada video yutub tentang profil TU/e, yaudah saya tonton dah itu video. Keren banget sumpah videonya, keren banget!

Continue reading “Membaca Cerita dari Eindhoven”

The Need of a Log on One’s Life Journey

Keep a log will ya? (http://wallpaperswide.com)

“It is impossible to improve something that you don’t track.” This is so true! I think the reason why most people, including me, failing in making a good habit is due to the problem of tracking things that have been done every day. Like right now, I’ve been studying Korean, Electromagnetism, and also other thing but I feel like I’m still lacking in everything and I never really know what is it that I’m lacking because I never really keep a track of my progress when learning or doing something.

It is impossible to improve something that you don’t track

Continue reading “The Need of a Log on One’s Life Journey”