A Weird Thought

 There’s this night when I wrote something called ‘my language dream’ in a piece of paper. I don’t exactly remember what I wrote there, but the main point is about my dream of becoming a hyperglot whom master 15 languages or more. I remembered having all the language of my dream listed from English, Arabic, Chinese, Korean, German, France, and Spain until Japanese. The paper is gone now, I don’t know where I put it, but the dream is still burning deep inside me.
Two months later (which is today), I suddenly remember this so called ‘my language dream’ when I was sitting in mosque after Maghrib praying. I thought, ‘if I really am become fluent in those 15 languages, then what would I do with them?’. I’m trying so hard to answer this question, because what I understand is that studying language is useful if you have a plan to work, to live, or to travelling in a certain country. Also the famous jobs for these polyglots or hyperglots people is either become a language coach and providing a language course full of language hacks or become a translator. I don’t really want to become either one of them. So what should I do later?
In an instant, a weird idea appear; ‘What if I use my language skill to work in intelligence bureau? Legit right?’. Hahaha. I mean if I can communicate well with 15 languages, that’s going to be awesome in my CV when I applying job for intelligence folks right? I can analyze a lot of documents, I can interrogating people, I can taping people conversation in those 15 languages and understand them, and also I can become a higher up officer maybe in short amount of time? Hahaha.
It just a plain weird thought though. Please don’t bother. Working in intelligence bureau is not as cool as it looks on tv I think. I mean if I really am working in BIN (Indonesian Intelligence Bureau), I will have my identification be altered to hide my real identity; I can’t talk about your job to my family, friends, and people; also I will be holding a very classified documents in my palms which is as worthy as my life is, and so on so forth. Ughhh…. Just thinking about that already giving me a chill spine.
Anyway, it still a dream! Achieve it first, then think about it later. Hahaha! 😀

Mengatasi Problematika Pengangguran pada Sekolah Vokasi dengan Kerjasama Bilateral RI – Jerman

Sekolah Menengah Kejuruan atau yang biasa disebut SMK adalah salah satu bagian terpadu dari Sistem Pendidikan Nasional. Institusi pendidikan ini, mempunyai peranan penting untuk menyiapkan dan mengembangkan tenaga kerja yang siap pakai baik di skala industri maupun industri skala mikro seperti Usaha Kecil Menengah atau UKM.1

Tujuan pendidikan menengah kejuruan sendiri seperti yang diatur oleh peraturan pemerintah No.29 tahun 1990 adalah; mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap professional. Oleh karena tujuan itu, peraturan pemerintah juga mengatur bahwa program – program pada sekolah menengah kejuruan hendaknya disesuaikan dengan jenis – jenis lapangan kerja.

Sayangnya meskipun mempunyai sejarah yang panjang dan program – program yang disesuaikan dengan jenis – jenis lapangan kerja, tujuan utama dari pendidikan sekolah menengah kejuruan ini tampaknya belum bisa tercapai. ¬Menurut data tingkat pengangguran untuk Agustus dan Februari 2014 dan 2015 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekolah menengah kejuruan atau SMK meskipun merupakan sekolah yang menyiapkan tenaga siap pakai, adalah salah satu institusi pendidikan yang paling tinggi persentase tingkat penganggurannya.

Tingkat Pengangguran Berdasarkan Pendidikan
Tingkat Pengangguran Berdasarkan Pendidikan (bps.go.id)

Continue reading “Mengatasi Problematika Pengangguran pada Sekolah Vokasi dengan Kerjasama Bilateral RI – Jerman”

Tangisan Seorang Budak Seks

Perempuan cantik itu bernama Lasmirah. Impian untuk jadi penyanyi, membawanya ke Borneo. Tapi siapa yang akan mengira bila impian itu seketika sirna, berganti penderitaan panjang tanpa ujung. Terjebak di asrama Telawang sebagai  Jugun Ianfu  atau budak seks, Lasmirah – Miyako nama Jepangnya – tak punya banyak pilihan . Ia tak lebih dari bonek hidup yang siap digilir sesuka hati tamunya.

(Jugun Ianfu – Jangan Panggil Aku Miyako)

Setelah tiga setengah abad lebih bangsa pribumi ini diperintah oleh orang – orang dari Nederland, datanglah orang – orang kecil bermata sipit ke Indonesia. Kedatangan mereka dielu – elukan dengan meriah. Saudara tua katanya, datang untuk menyelamatkan adiknya yang telah menderita akibat orang – orang asing yang telah menyakitinya. Dengan beragam janji, dipeluknya anak – anak si adik kecil itu, bermodalkan senyuman palsu dan dongeng kemerdekaan. Nyatanya tak berama lama, si saudara tua itu mulai memperlihatkan sifat aslinya.

Continue reading “Tangisan Seorang Budak Seks”