Refleksi Enam Minggu Menjadi Siswa Sekolah Toefl

 

Sekolah Toefl ~ Let's Break the Limits (Diambil dari facebook Sekolah Toefl)
Sekolah Toefl ~ Let’s Break the Limits (Diambil dari facebook Sekolah Toefl)

Malam in adalah malam ke-42 saya menjadi siswa di Sekolah Toefl. Seperti yang telah dijanjikan oleh mas Budi Waluyo (pendiri ST), enam minggu pertama ini saya dan teman – teman siswa ST lainnya fokus mempelajari materi English Structure. Saat awal membaca kata structure, apa yang muncul di pikiran saya adalah pembahasan tentang tenses yang tidak saya pahami meskipun sudah dipelajari dari smp sampai kelas tiga sma dulu, tapi ternyata apa yang saya pikirkan tidak menjadi kenyataan, well saya pun cukup lega mengetahui hal tersebut.

Pada minggu pertama, mas Budi mengajarkan kepada saya dan teman – teman  sesuatu yang sangat dasar dalam Bahasa Inggris. Apa itu? Kalau anda menjawab tenses, maka jawaban anda salah. Karena saya katakan tadi diatas, selama enam minggu ini saya tidak pernah sekalipun mempelajari tenses. Hal yang paling mendasar dalam struktur kalimat Bahasa Inggris yang seringkali dianggap remeh oleh orang adalah, pembahasan mengenai subjek dan predikat/verb.

Continue reading “Refleksi Enam Minggu Menjadi Siswa Sekolah Toefl”

Minggu Ketiga dalam Menghadapi Tugas Optika

Skema Pengujian Resolving Power Kamera Lubang Jarum
Skema Pengujian Resolving Power Kamera Lubang Jarum

Di semester tiga ini, saya mengambil total 20 sks yang terbagi menjadi 9 mata kuliah. Salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah mata kuliah optika, mata kuliah yang mengajarkan saya dan teman – teman untuk mengendalikan dan mempermainkan perilaku cahaya supaya nurut dengan kemauan kita. Kenapa dari 9 mata kuliah yang saya ambil saya bahas optika di tulisan ini? Karena mata kuliah optika ini sangat unik.

Pertama, pak dosen tidak akan menyelenggarakan ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS). Pasti anda yang baca tulisan ini langsung komentar ‘Asik banget!’, yep memang asik. Tapi tidak ada ujian, tentu saja ada konsekuensinya. Apa konsekuensinya? Sederhana, konsekuensinya mahasiswa dinilai melalui projek mandiri yang super greget, hahaha.

Continue reading “Minggu Ketiga dalam Menghadapi Tugas Optika”

First Two Weeks at the Third Semester’s Reflection (Bilingual/Dua Bahasa)

English Part

[[Story of mine as UGM’s Engineering Physics student :)!!]]

There’s a lot things I learnt in this first two weeks upon my third semester study. I learnt that the course materials are slowly getting hard and confusing, there is also a teacher who didn’t think exam is the best method to test student understanding and so he will not held an exam, and other things which I can’t describe all of them one by one here.

Looking at everything, there is a question which I should ask myself critically, the question is this; “What is the most important thing I’ve learnt so far?” and also “Why do I think what I think important as the important thing I’ve learnt so far is important?”

Continue reading “First Two Weeks at the Third Semester’s Reflection (Bilingual/Dua Bahasa)”

Kritik Terhadap Proses Pergantian Kurikulum Teknik Fisika UGM

Hai semua, selamat malam (atau pagi, atau sore, atau siang jangan – jangan). Saya mulai nulis ini intinya karena gak bisa tidur, padahal mata ngantuk banget dan jam sudah menunjukkan 1:05 AM. Hari ini, Selasa, saya resmi menjalankan hari kedua saya di semester ke-3 ini, yeeeee!! Walaupun Ai Pe Ka saya di semester dua kemarin pas – pasan, Alhamdulillah saya tetap bisa bersyukur masih diberi nikmat dan kesempatan untuk menempuh semester baru ini.

Semester ini itu semester yang sangat aneh dan menarik menurut saya, kenapa aneh dan kenapa juga menarik? Aneh karena proses pergantian kurikulum Teknik Fisika UGM  atau bahasa kerennya injiniring pisikh periode 2011 – 2016 menjadi kurikulum 2016 – 2021 lambat banget prosesnya. Selain itu setelah pergantian, kurikulumnya malah jadi aneh bin ajaib banget. Meskipun pergantian kurikulum menyebalkan dan hasilnya aneh, semester ini tetap menyediakan mata kuliah yang sangat menarik menurut saya pribadi. Mata kuliah apakah itu? Tak lain dan tak bukan adalah mata kuliah OPTIKA. Wih apaan tuh? Kalau penasaran, intinya optika itu ya belajar tentang cahaya, cermin, dan tentu saja tentang mata. Sok tau banget nih saya, hahaha.

Diatas tadi saya bilang bahwa pergantian kurikulum teknik fisika ugm yang mulai sekarang saya singkat menjadi IP (Injiniring Pisikh), lambat banget prosesnya. Mungkin ada tuh nanti temen – temen mahasiswa yang sebel terus komentar, “Masak masih anak bawang sudah sok – sok mengerti tentang kurikulum, mengganti kurikulum itu gak semudah yang kamu bayangkan dek!”. Wuiiih, setuju pisan deh saya dia yang mengomentari tadi, mengganti kurikulum itu tidak mudah dan bukan urusan main – main. Masalahnya adalah, saya merasa pergantian kurikulum ini terasa seperti main – main dan tidak serius. Wah kenapa tuh?

Continue reading “Kritik Terhadap Proses Pergantian Kurikulum Teknik Fisika UGM”

Metode Numerik, Matriks Sejuta Kali Sejuta dan Keberuntungan Pemula

Belajar metode numerik itu sangatlah menyenangkan! Tidak karena hanya menghasilkan angka, tapi perasaan/intuisi dalam menebak dan juga faktor keberuntungan menjadikan mata kuliah ini sangatlah menantang. Menebak? Ya, kalian tidak salah baca. Dalam mempelajari metode numerik, sebenarnya kita belajar bagaimana caranya menebak hasil/solusi numerik dari suatu masalah dengan tepat, cepat, efisien, dan dengan iterasi (percobaan) sesedikit mungkin.

Continue reading “Metode Numerik, Matriks Sejuta Kali Sejuta dan Keberuntungan Pemula”

Tere Liye, Hyperloop, dan Nanoteknologi

Kover Novel Bumi (Gramedia)
Kover Novel Bumi (Gramedia)

Gambar diatas adalah cover dari novel “Bumi”, karya Tere Liye. Sederhana sekali gambarnya, bahkan sinopsis yang tertulis di belakang buku tak kalah sederhananya. Berikut sinopsis novel tersebut,

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik – adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru – guru di sekolahku seru. Teman – temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang

Continue reading “Tere Liye, Hyperloop, dan Nanoteknologi”