Refleksi Minggu Kedua Semester 6 Kuliah Teknik Fisika UGM (Bag.2)

Hai – hai, halo semua. Seperti yang kalian ketahui, pada tulisan pertama, saya menceritakan masalah yang saya hadapi untuk mencapai target – target saya di minggu kedua ini. Nah di tulisan bagian dua ini, saya akan bercerita mengenai apa – apa saja yang saya pelajari di minggu kedua ini (baik yang dari kelas maupun pelajaran kehidupan. Hahaha). Mari kita mulai 😀 ~

Apa yang Saya Pelajari di Kelas

  1. Saya belajar menerima dengan lapang dada kenyataan bahwa, ada enam yang tidak ada ujiannya dari total sebelas mata kuliah yang saya ambil.
  2. Saya belajar untuk melapangkan dada menerima kenyataan nomor 1. Enam kelas dengan dua praktikum memang tidak ada ujian. Tapi banyaknya tugas berkelompok dan mandiri mungkin membuat kepala sedikit nyut – nyutan. Hahaha.
  3. Saya belajar bahwa komposisi dosen – dosen di teknik fisika ugm saat ini benar – benar sangat seimbang. Meskipun hampir kebanyakan dosen seperti pak Ferdi, bu Ester, pak Kutut, dan Pak Gea berkutat secara dalam dengan teori, semuanya terimbangi dengan kelas Prof. Narno yang menekankan pada aplikasi praktis dari apa – apa yang sudah dipelajari.
  4. Saya belajar dari pak Rachmanwan bahwa dosen mekanika fluida, pak Kutut, adalah orang yang sangat detil dan benar – benar cinta terhadap mekanika fluida.
  5. Saya belajar bahwa, terkadang pertanyaan yang paling sulit dijawab bukan pertanyaan – pertanyaan yang kelihatannya keren dan wah. Justru pertanyaan – pertanyaan sederhana seringkali lebih sulit untuk dijawab. Contoh, silakan dipikirkan pertanyaan ini: “Jika tubuh saya tersusun dari benda – benda mati yang disebut atom, lalu kenapa saya bisa hidup?”
  6. Saya belajar dari teman saya, Sensei Adintaka Galih, bahwa menurutnya, ada dua hal yang paling penting dalam mendesain antena; 1) Gain antena, dan 2) Jangkauan antena
  7. Saya belajar dari kelas Pengolahan Sinyal bahwa, sulit sekali menemukan sinyal yang sempurna seperti yang ada di buku pada kehidupan nyata.
  8. Saya belajar dari kelas Sistem digital bahwa, sistem analog itu lebih cepat daripada sistem digital. Kenapa? Karena ya sistem digital sendiri basisnya kan transistor. Nah, transistor itu beroperasinya gimana coba? Ya pakai sinyal listrik analog lah. Hahaha.

Apa yang Saya Pelajari dari Menjalani Hidup Seminggu Ini

  1. Saya belajar, ternyata membuat target dan mencapai target itu sama – sama sebuah kegiatan yang menantang. Membuat saya selalu semangat menjalani hari, dan membuat saya lebih fokus. 🙂
  2. Dari pengalaman mengerjakan tugas biofisika, saya belajar bahwa, menyusun esai dengan argumentasi yang kuat itu tidak mudah. Saya baru mengerti sekarang bagaimana perasaan  anak – anak S2 di Belanda, Swedia, dll yang bercerita tentang sulitnya mengerjakan sebuah essai karena harus baca minimal 50 makalah. 😀
  3. Saya baru menyadari bahwa aplikasi Duolingo yang selama ini saya remehkan, ternyata benar – benar efektif untuk mempelajari dasar – dasar bahasa Jerman. Yang penting saya konsisten setiap hari melakukan review. 
  4. Saya belajar bahwa dalam mengerjakan sesuatu ada 4 hal yang harus diperhatikan; a) Kerjakan dengan tenang, b)kerjakan dengan hati – hati, c) kerjakan dengan fokus, d) kerjakan dengan dengan konsisten.

Yah begitulah teman – teman. Masih banyak yang ingin saya tulis, tapi inspirasi habis dan hal – hal yang lebih wajib sudah memanggil – manggil untuk di selesaikan.

Rencananya, saya akan coba konsisten untuk menulis minimal satu tulisan setiap hari agar blog ini tetap eksis. Yang saya ceritakan ya yang pasti tentang teknik fisika ugm, dosen – dosen teknik fisika ugm, pelajaran – pelajaran, tugas – tugas, pengalamn hidup, dan juga refleksi harian.

Advertisements

Refleksi Minggu Kedua Semester 6 Kuliah Teknik Fisika UGM (Bag.1)

Refleksi Kehidupan (http://jonvilma.com/reflection.html#)

Hai – hai, halo apa kabar semua? Semoga sehat selalu ya. Hari ini saya ingin melakukan refleksi mengenai apa saja yang saya lakukan di minggu ini, terus target – target apa saja yang tercapai dan apa saja yang tidak tercapai, kemudian yang terakhir tentu saja mengenai apa – apa saja yang bisa saya lakukan di minggu ketiga besok agar bisa lebih banyak target yang tercapai bahkan melebihi kalau bisa! Oke tanpa basa – basi lagi, mari kita mulai.

Continue reading “Refleksi Minggu Kedua Semester 6 Kuliah Teknik Fisika UGM (Bag.1)”

Tenggat Biofisika Mendekat!!

Seharusnya saya malam ini menyelesaikan tugas Biofisika saya, bukannya malah menyelesaikan soal – soal koding di Hackerrank -_-. Karena saat tugas biofis belum selesai dan tenggatnya di tanggal 16 Februari lusa ini, maka pikiran saya tidak bisa tenang dan sulit rasanya meluangkan waktu untuk mempelajari yang lain. Yasudahlah kalau begini jadinya. Besok harus bangun jam 3 pagi, lalu kerjakan biofis sampai kurang lebih 85% (sekarang baru 25% kayaknya). Nanti di jeda kuliah pertama dan kuliah kedua, barulah saya selesaikan total dan sorenya akan saya kirim ke pak Gea. Okelah, Bismillah saja 🙂 .

Ternyata saya masih benar – benar harus fokus pada apa yang “Harus” sebelum mengerjakan apa yang “Ingin” 😀

Tamparan Dosen Untukku dan Teman – Teman Mahasiswa

Tabok! (https://goo.gl/gqarzN)

Semester ini, semester 5 di teknik fisika UGM, ada dua mata kuliah yang sangat – sangat menarik menurut saya. Pertama adalah mata kuliah teknik aktuator, yang kedua adalah mata kuliah komputasi fluida dinamik atau lebih dikenal sebagai Computational Fluid Dynamic (CFD).

Apa itu teknik aktuator dan apa itu CFD tidak akan saya ceritakan disini. Yang ingin saya ceritakan adalah, hal menarik  apa yang terjadi di kelas sehingga membuat saya merasa “tertampar” dan membuat saya berusaha merubah pola pikir dan kebiasaan saya.

Seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon semakin tinggi angin menerpa, seperti itulah kehidupan yang saya rasakan di semester 5 ini. Pelajaran – pelajaran yang dijelaskan dikelas sudah mulai pelajaran – pelajaran lanjutan, sehingga untuk memahaminya, adalah sebuah tantangan yang pasti.

Continue reading “Tamparan Dosen Untukku dan Teman – Teman Mahasiswa”

Refleksi Enam Minggu Menjadi Siswa Sekolah Toefl

 

Sekolah Toefl ~ Let's Break the Limits (Diambil dari facebook Sekolah Toefl)
Sekolah Toefl ~ Let’s Break the Limits (Diambil dari facebook Sekolah Toefl)

Malam in adalah malam ke-42 saya menjadi siswa di Sekolah Toefl. Seperti yang telah dijanjikan oleh mas Budi Waluyo (pendiri ST), enam minggu pertama ini saya dan teman – teman siswa ST lainnya fokus mempelajari materi English Structure. Saat awal membaca kata structure, apa yang muncul di pikiran saya adalah pembahasan tentang tenses yang tidak saya pahami meskipun sudah dipelajari dari smp sampai kelas tiga sma dulu, tapi ternyata apa yang saya pikirkan tidak menjadi kenyataan, well saya pun cukup lega mengetahui hal tersebut.

Pada minggu pertama, mas Budi mengajarkan kepada saya dan teman – teman  sesuatu yang sangat dasar dalam Bahasa Inggris. Apa itu? Kalau anda menjawab tenses, maka jawaban anda salah. Karena saya katakan tadi diatas, selama enam minggu ini saya tidak pernah sekalipun mempelajari tenses. Hal yang paling mendasar dalam struktur kalimat Bahasa Inggris yang seringkali dianggap remeh oleh orang adalah, pembahasan mengenai subjek dan predikat/verb.

Continue reading “Refleksi Enam Minggu Menjadi Siswa Sekolah Toefl”

Minggu Ketiga dalam Menghadapi Tugas Optika

Skema Pengujian Resolving Power Kamera Lubang Jarum
Skema Pengujian Resolving Power Kamera Lubang Jarum

Di semester tiga ini, saya mengambil total 20 sks yang terbagi menjadi 9 mata kuliah. Salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah mata kuliah optika, mata kuliah yang mengajarkan saya dan teman – teman untuk mengendalikan dan mempermainkan perilaku cahaya supaya nurut dengan kemauan kita. Kenapa dari 9 mata kuliah yang saya ambil saya bahas optika di tulisan ini? Karena mata kuliah optika ini sangat unik.

Pertama, pak dosen tidak akan menyelenggarakan ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS). Pasti anda yang baca tulisan ini langsung komentar ‘Asik banget!’, yep memang asik. Tapi tidak ada ujian, tentu saja ada konsekuensinya. Apa konsekuensinya? Sederhana, konsekuensinya mahasiswa dinilai melalui projek mandiri yang super greget, hahaha.

Continue reading “Minggu Ketiga dalam Menghadapi Tugas Optika”